5 Maret 2013

PENGARUH SUHU TERHADAP INVERSI SUKROSA

    I.   Tujuan :
Untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap inversi sukrosa

  1. Dasar Teori :

Reaksi inversi adalah reaksi hidrolisis irreversible dimana satu molekul sukrosa dan satu molekul air menghasilkan satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa. Proses ini dipercepat dengan panas. Inversi larutan sukrosa murni diproses paling cepat sampai mendekati 5000 kali pada 90°C dibanding pada 20°C. Pada prakteknya reaksi ini terjadi pada pH dibawah 7 dan proses dipercepat dengan penurunan pH. Reaksinya adalah indotermik dengan energi aktivasi 25,9 kilokalori per mol pada 20°C. Reaksi ini dapat juga melalui katalisis biokimia dengan beberapa enzim, khususnya invertase (Pennington dan Charles, 1990).
Menurut Chaplin dan Bucke (1990) denaturasi oleh panas pada enzim disebabkan terutama oleh interaksi protein dengan lingkungan yang mengandung air. Protein umumnya lebih stabil dalam konsentrat daripada larutan lemah. Dalam keadaan kering atau secara umum protein tersebut aktif dalam suatu periode sampai suhu 100°C.
Peningkatan suhu pada reaksi enzim mempunyai dua pengaruh, yaitu peningkatan suhu dapat meningkatkan laju reaksi dan peningkatan suhu meningkatkan laju inaktifasi enzim. Sesuai dengan aturan, peningkatan 10°C akan menyebabkan laju reaksi dua kalinya, sementara laju inaktifasi akan meningkat 64 kalilipat (Stauffer, 1989).
Suhu merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi aktivitas enzim. Peningkatan suhu dapat meningkatkan reaksi, akan tetapi peningkatan suhu yang tinggi akan menyebabkan denaturasi protein, sehingga akan menurunkan aktivitas enzim.

 III.   Alat & Bahan :
  1. Alat :
  1. Bahan :
Ø Labu takar 100ml
Ø Pipet
Ø Kompor listrik
Ø Gelas arloji
Ø Corong
Ø Gelas kimia
Ø Timbangan listrik
Ø Panci
Ø Pembuluh pol
Ø Polarimeter
Ø Lap
Ø Glukosa 13 gr
Ø Larutan buffer pH 6
Ø Aquadest

  IV.     Cara kerja :
a.    Menyiapkan alat dan bahan lalu membersihkan alat-alat yang akan digunakan praktikum
b.    Menimbang gula dengan timbangan listrik sebanyak 13 gr
c.    Melarutkan gula tersebut kedalam  labu takar 100 ml , tambahkan larutan bufffer pH 6 , goyang-goyangkan hingga homogen
d.    Rebuslah air didalam waterbath hingga suhu 1000C
e.    Masukan larutan beserta labu takarnya dalam air mendidih dengan suhu 1000C selama 30 menit
f.     Setelah 30 menit angkat larutan lalu dinginkan
g.    Bersihkan pembuluh pol dengan aquades, lalu bilas dengan larutan gula yang ditambah larutan Buffer pH 6
h.    Masukan larutan campuran gula dengan Buffer pH 6 kedalam pembuluh pol. Jangan biarkan ada udara yang masuk
i.      Masukkan pembuluh pol kedalam Polarimeter
j.      Amati skala dari larutan tersebut.

  V.        Pengamatan :
8
40
7

 







 

Positif (R) dengan skala 47,8
Jadi hasil polarisasi 47,8 x 2 = 95,6 %pol.

Suhu °c
%Pol
30
58
50
95,8
80
46
100
95,6

Suhu °c
% Pol


  1. Pembahasan
1.    Pemanasan dengan suhu 30°c :
2.    Pada percobaan pertama campuran gula + larutan buffer pH 6 dalam labu takar di Pemanasan dengan suhu 30°c, kemudian di amati pol nya menggunakan alat polarimetri, ternyata pol nya 29 , lalu di hitung % pol nya dengan rumus % pol dan hasil nya 58.
3.    Pemanasan dengan suhu 50°c :
Pada percobaan kedua campuran gula + larutan buffer pH 6 dalam labu takar di panaskan dengan suhu 50°c, lalu di dinginkan, kemudian di amati pol nya menggunakan alat polarimetri, ternyata pol nya 47,9, lalu di hitung % pol nya, dengan rumus % pol dan hasil nya 95,8.
4.    Pemanasan dengan suhu 80°c :
Pada percobaan ke tiga campuran gula + larutan buffer pH 6 dalam labu takar di panaskan dengan suhu 80°c, lalu di dinginkan, kemudian di amati pol nya menggunakan alat polarimetri , ternyata pol nya 23,1 , lalu di hitung % pol nya, dengan rumus % pol dan hasil nya 46.
5.    Pemanasan dengan suhu 100°c :
Pada percobaan ke empat campuran gula + larutan buffer pH 6 dalam labu takar di panaskan dengan suhu 100°c, lalu di dinginkan, kemudian di amati pol nya menggunakan alat polarimetri, ternyata pol nya 47,8 , lalu di hitung % pol nya,dengan rumus % pol dan hasil nya 95,6.
            Pada percobaan kali ini seharusnya semakin tinggi suhunya maka polnya akan menurun, tapi pada percobaan kali ini tidak terjadi sesuai yang di inginkan, mungkin karena faktor X, misal salah dalam praktikum, salah saat penimbang, salah mengukur suhu, dan lain-lain. Oleh karena itu hasil yang diperoleh tidak seperti yang kita harapkan.
  1. Kesimpulan
Dari percobaan yang saya lakukan dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi suhu maka pol nya semakin turun artinya kerusakan sukrosa semakin tinggi.

  1. Daftar Pustaka
Dachlan, M. A. 1984. Proses Pembuatan Gula Merah. Di dalam Laporan Up         Grading Tenaga Pembina Gula Merah. Balai penelitian dan       Pengembangan Industri, Departemen Perindustrian, Bogor.
Herman, A. S. Dan M. Yunus. 1984. Diversifikasi Produk Gula Merah. Balai         Besar Penelitian dan Pengembangan Industri Hasil Pertanian, Bogor.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar