I. Tujuan
:
Untuk mengetahui
pengaruh suhu terhadap inversi sukrosa
- Dasar Teori :
Reaksi inversi adalah reaksi hidrolisis irreversible
dimana satu molekul sukrosa dan satu molekul air menghasilkan satu molekul glukosa
dan satu molekul fruktosa. Proses ini dipercepat dengan panas. Inversi larutan
sukrosa murni diproses paling cepat sampai mendekati 5000 kali pada 90°C
dibanding pada 20°C. Pada prakteknya reaksi ini terjadi pada pH dibawah 7 dan
proses dipercepat dengan penurunan pH. Reaksinya adalah indotermik dengan
energi aktivasi 25,9 kilokalori per mol pada 20°C. Reaksi ini dapat juga
melalui katalisis biokimia dengan beberapa enzim, khususnya invertase
(Pennington dan Charles, 1990).
Menurut Chaplin dan Bucke (1990) denaturasi
oleh panas pada enzim disebabkan terutama oleh interaksi protein dengan
lingkungan yang mengandung air. Protein umumnya lebih stabil dalam konsentrat
daripada larutan lemah. Dalam keadaan kering atau secara umum protein tersebut
aktif dalam suatu periode sampai suhu 100°C.
Peningkatan suhu pada reaksi enzim mempunyai
dua pengaruh, yaitu peningkatan suhu dapat meningkatkan laju reaksi dan
peningkatan suhu meningkatkan laju inaktifasi enzim. Sesuai dengan aturan,
peningkatan 10°C akan menyebabkan laju reaksi dua kalinya, sementara laju
inaktifasi akan meningkat 64 kalilipat (Stauffer, 1989).
Suhu merupakan salah satu faktor yang dapat
mempengaruhi aktivitas enzim. Peningkatan suhu dapat meningkatkan reaksi, akan
tetapi peningkatan suhu yang tinggi akan menyebabkan denaturasi protein,
sehingga akan menurunkan aktivitas enzim.
III.
Alat & Bahan :
|
|
Ø
Labu takar 100ml
Ø
Pipet
Ø
Kompor listrik
Ø
Gelas arloji
Ø
Corong
Ø
Gelas kimia
Ø
Timbangan listrik
Ø
Panci
Ø
Pembuluh pol
Ø
Polarimeter
Ø
Lap
|
Ø
Glukosa 13 gr
Ø
Larutan buffer pH 6
Ø
Aquadest
|
IV.
Cara kerja :
a. Menyiapkan
alat dan bahan lalu membersihkan alat-alat yang akan digunakan praktikum
b. Menimbang
gula dengan timbangan listrik sebanyak 13 gr
c. Melarutkan
gula tersebut kedalam labu takar 100 ml
, tambahkan larutan bufffer pH 6 , goyang-goyangkan hingga homogen
d. Rebuslah
air didalam waterbath hingga suhu 1000C
e. Masukan
larutan beserta labu takarnya dalam air mendidih dengan suhu 1000C
selama 30 menit
f. Setelah
30 menit angkat larutan lalu dinginkan
g. Bersihkan
pembuluh pol dengan aquades, lalu bilas dengan larutan gula yang ditambah
larutan Buffer pH 6
h. Masukan
larutan campuran gula dengan Buffer pH 6 kedalam pembuluh pol. Jangan biarkan
ada udara yang masuk
i. Masukkan
pembuluh pol kedalam Polarimeter
j. Amati
skala dari larutan tersebut.
V.
Pengamatan :
8
|
40
|
7
|
Positif (R) dengan skala
47,8
Jadi hasil polarisasi
47,8 x 2 = 95,6 %pol.
Suhu °c
|
%Pol
|
30
|
58
|
50
|
95,8
|
80
|
46
|
100
|
95,6
|
Suhu °c
|
% Pol
|
- Pembahasan
1. Pemanasan dengan suhu 30°c :
2. Pada percobaan pertama campuran gula + larutan
buffer pH 6 dalam labu takar di Pemanasan dengan suhu 30°c, kemudian di amati pol nya menggunakan alat
polarimetri, ternyata pol nya 29 , lalu di hitung % pol nya dengan rumus % pol
dan hasil nya 58.
3. Pemanasan dengan suhu 50°c :
Pada percobaan kedua campuran gula + larutan
buffer pH 6 dalam labu takar di panaskan dengan suhu 50°c, lalu di dinginkan, kemudian di amati pol nya
menggunakan alat polarimetri, ternyata pol nya 47,9, lalu di hitung % pol nya,
dengan rumus % pol dan hasil nya 95,8.
4. Pemanasan dengan suhu 80°c :
Pada percobaan ke tiga
campuran gula + larutan buffer pH 6 dalam labu takar di panaskan dengan suhu 80°c, lalu di dinginkan, kemudian di amati pol nya
menggunakan alat polarimetri , ternyata pol nya 23,1 , lalu di hitung % pol
nya, dengan rumus % pol dan hasil nya 46.
5. Pemanasan dengan suhu 100°c :
Pada percobaan ke empat
campuran
gula + larutan buffer pH 6 dalam labu takar di
panaskan dengan suhu 100°c,
lalu di dinginkan, kemudian di amati pol nya menggunakan alat polarimetri,
ternyata pol nya 47,8 , lalu
di hitung % pol
nya,dengan rumus % pol
dan hasil nya 95,6.
Pada percobaan kali ini seharusnya semakin tinggi suhunya
maka polnya akan menurun, tapi pada percobaan kali ini tidak terjadi sesuai
yang di inginkan, mungkin karena faktor X, misal salah dalam praktikum, salah
saat penimbang, salah mengukur suhu, dan lain-lain. Oleh karena itu hasil yang
diperoleh tidak seperti yang kita harapkan.
- Kesimpulan
Dari percobaan yang saya lakukan dapat disimpulkan bahwa
semakin tinggi suhu maka pol nya semakin turun artinya kerusakan sukrosa
semakin tinggi.
- Daftar Pustaka
Dachlan, M. A. 1984. Proses
Pembuatan Gula Merah. Di dalam
Laporan Up Grading Tenaga Pembina
Gula Merah. Balai penelitian dan Pengembangan Industri, Departemen
Perindustrian, Bogor.
Herman, A. S.
Dan M. Yunus. 1984. Diversifikasi Produk Gula Merah. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan
Industri Hasil Pertanian, Bogor.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar